Sekolah Unggul

Al Ya’lu, S2-kan Gurunya ke Jepang

Kualitas belajar anak, selain ditentukan oleh guru, ditentukan pula oleh lingkungan sekolah yang harus mendukung, baik kelengkapan maupun tingkat representatifnya.

Sekolah unggul, itulah paradigma baru yang kini marak bermunculan di dunia pendidikan. Meskipun sebagian orang ada yang masih meragukan. Dipandangnya sekolah-sekolah sekarang begitu mudah melabelkan “unggul” dalam diri sekolahnya. Efective School Research And The Role Of Profesional Learning Communities pada tahun 2006 pernah mengangkat persoalan sekolah unggul. Dibagian tulisannya, lembaga ini menjelaskan bahwa sekolah unggul adalah terjemahan bebas dari Effective School. Dengan kata lain, sekolah unggul harus mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuan secara terukur dan mampu ditunjukkan melalui prestasi.
Hal ini pula yang kemudian membawa lembaga tersebut mengungkap beberapa faktor yang mesti dimiliki oleh sekolah unggul. Diantaranya adalah pemimpin sekolah yang profesional, guru yang tangguh dan profesional, punya tujuan pencapaian filosofis yang jelas, lingkungan yang kondusif untuk belajar, jaringan organisasi yang baik, kurikulum yang jelas, evaluasi belajar yang baik, serta partisipasi orang tua yang aktif.
Dengan rambu-rambu ini, kiranya masyarakat perlu untuk mencermati seberapa besar kualitas atau mutu pendidikan di sekolah-sekolah yang menamakan dirinya sebagai sekolah unggul. Jangan sampai hal itu menjadi jebakan “merk” semata yang berujung mahal dibiaya tetapi kualitas sama saja.
Memang bukan perkara mudah mewujudkan sekolah unggul sebagaimana ditulis Efective School Research And The Role Of Profesional Learning Communities. Lebih-lebih didesain pula sebagai sekolah bertaraf internasional. Untuk bisa mewujudkannya, diantaranya butuh pondasi kuat dalam komitmen dan loyalitas untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Berangkat dari itulah, jika kemudian TK Al-Ya’lu Malang yang berlokasi di Jalan Teluk Mandar 55 Malang membangun komitmen sebagai sekolah unggul sekaligus berwawasan internasional. Resminya sekolah ini beroperasi tahun 2003 silam. Sejak saat itulah TK Unggulan Al-Ya’lu Malang mulai moncer di jagad pendidikan khususnya di Kota Malang. Padahal tahun-tahun sebelumnya sekolah ini hanyalah sebuah TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) semata.
Menepis Islam Tertindas
Adalah Dr.Bambang Triono MM, Ketua Yayasan al-Ya’lu Malang yang memiliki gagasan menjadikan TK Unggulan Al-Ya’lu malang sebagai sekolah unggul dengan wawasan internasional. Komitmen ini termotivasi pula oleh pengalamannya bertandang ke luar negeri, mulai dari Jerman, Swiss, China, Jepang, Arab Saudi saat menjalankan tugas dinas dari P4TK VEDC Malang. Dalam kesempatan itulah, Bambang demikian Dr.Bambang Triono MM biasa disapa, selalu menyempatkan diri melihat sekolah-sekolah hebat di sana. Rupanya hal itu menginspirasi peraih doktor dari Universitas Brawijaya Malang untuk membuat sekolah hebat di Malang. Dan Sekolah Unggul Al-Ya’lu adalah buktinya.
Sebagai sekolah unggul berwawasan internasional, TK Al-Ya’lu Malang benar-benar cermat memperhatikan komponen-komponen pendukung akademiknya. Dilihat dari area sekolah, sekolah dengan luas 4.677 m2 ini tergolong sangat luas untuk ukuran TK di Indonesia. Di area yang luas itu gedung tempat belajar mengajar dikondisikan sangat representative dengan kebersihan yang selalu terjaga. Memadu di sana beragam tanaman hias serta APE (Alat Permainan Edukatif) serta beberapa lapangan oleh raga. Mulai kereta luncur, area sepatu roda, basket, footsal, bahkan kolam renang. Pada bagian lain, juga dilengkapi koleksi beberapa hewan sebagai media belajar. Kelas-kelaspun terlihat sangat bersih dan representative lengkap dengan APE indoornya serta beberapa peralatan IT.
Untuk mendukung iklim sekolah yang menawan, TK Al-Ya’lu Malang membangun kultur Islam dalam kesehariannya. Perihal perpaduan sebagai sekolah berwawasan internasional yang syarat dengan kemegahan dengan kultur Islam, Dr. Bambang Triono MM punya niatan khusus. “Karena saya tidak suka jika Islam selalu identik dengan ketertindasan,” tegasnya.
Menggali inspirasi dan kompetensi hingga negeri Sakura
Membangun sekolah dengan kelengkapan fasilitas yang serbah wah itu bagi Dr.Bambang Triono (45) si-empunya Yayasan Al-Ya’lu sudah menjadi komitmen sejak lama. Tekadnya adalah ingin menunjukkan bahwa Islam adalah simbol kejayaan.
Wawasan internasional yang dibangun di Al-Ya’lu Malang, membawa konsekuensi sekolah ini terus menyesuaikan dengan standart internasional pula. “ Untuk menyesuaikan, kami lakukan melalui program operasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita beranak satu hasil perkawinannya dengan Wiyanto S.Pi, M.Si itu. Untuk tenaga pengajar atau pendidik, saat ini TK Al-Ya’lu Malang memiliki sebanyak 30 guru yang kesemuanya mahir berbahasa inggris dan telah memenuhi kualifikasi sebagaimana Undang-Undang Guru dan Dosen, yaitu berijasah S1. Selain digenjot penguasaan IT, kepada para guru TK Al-Ya’lu, Endang senantiasa menggenjot mereka agar memiliki inovasi dalam setiap mengajar. “Karena tingkah anak-anak TK itu sering berubah setiap saat, sehingga guru harus panda-pandai mensiasati,” terang Endang, yang gelar sarjana S1 dan S2-nya didapat dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Kualifikasi S1 bagi guru TK Al-Ya’lu dirasa Endang masihlah kurang. Karenanya pula, wanita kelahiran Magetan tahun 1977 itu juga terus memotivasi guru-gurunya melanjutkan ke S2. Bahkan beberapa guru TK Al-Ya’lu akan diberangkatkan melanjutkan S2 di Jepang.
Pola pembelajaran terpadu

Kurikulum yang dipadu keunggulan sekolah juga memberi peluang bagi guru untuk lebih kreatif memperluas wawasan dan mengembangkan mutu kinerja dan kompetensi pembelajarannya.

Profesionalitas guru TK Al’Ya’lu dituang dalam penerapan kurikulum berpola pembelajaran terpadu dari seluruh muatan kurikulum dengan pendekatan belajar yang bervariasi dipadu kondisi lingkungan sekolah dalam rangka membekali siswa berbagai bimbingan belajar, dan pengembangan diri. Ini memberi peluang siswa untuk berkembang secara optimal sesuai kemampuan belajarnya. Kurikulum yang dipadu keunggulan sekolah juga memberi peluang bagi guru untuk lebih kreatif memperluas wawasan dan mengembangkan mutu kinerja dan kompetensi pembelajarannya.
Pada aplikasi pembelajaran di Al-Ya’lu, terdapat beberapa program andalan sebagai program jaminan mutu. Diantaranya AL-YA’LU EDUTAINMENT berupa pameran dan pertunjukan siswa meliputi kegiatan pengembangan diri dalam bidang bahasa dan seni, kerajinan, teater, olah raga, tae kwon do, elektro, informasi dan teknologi. AL-YA’LU SMART ACCURATE CONTEST yang merupakan ajang kompetisi akademis dalam semua mata pelajaran sekolah. AL-YA’LU FAIR, merupakan ajang perlombaan dan pameran kegiatan akademis dan pengembangan diri. STUDY OF INTRODUCTION TO PROFESSION berupa kunjungan ke pusat-pusat bisnis, teknologi dan informasi, lembaga pendidikan dan pemerintahan. LANGUAGE CONTEST atau ajang kejuaraan siswa dalam bidang bahasa Indonesia dan bahasa internasional.
Pendidikan, Kebangsaan, Kecerdasan
Untuk mendulang ketercapaian mutu belajar yanag sempurna, TK Al-Ya’lu memiliki senjata andalan dalam tiga pilar, yaitu Pendidikan, Kebangsaan, Kecerdasan. Dengan tiga pilar itu, siswa diarahkan nantinya menjadi seorang pemikir yang kritis, mampu memecahkan masalah, mejadi pembicara efektif, menjadi pekerja yang kolaboratif, menjadi pembelajar yang terarah, menjadi pekerja ilmu, serta menjadi individu yang toleran dan berbudi pekerti. Dalam setiap semesternya, Al-Ya’lu juga terus melakukan evaluasi proses belajar anak. “Karena kami punya target kelulusan yang terus meningkat,” tandas Endang. Kualitas belajar anak, dipandang Endang selain ditentukan oleh guru, ditentukan pula oleh lingkungan sekolah yang harus mendukung, baik kelengkapan maupun tingkat representativenya. Lebih-lebih untuk TK Al-Ya’lu Malang yang kini memiliki 102 anak didik itu menerapkan konsep full day scholl atau sehari penuh. Sehingga para guru diharapkan memiliki komitmen yang tinggi pada profesinya sebagai pendidik serta komitmen pada institusi. Yang tidak kalah penting, adalah bagaimana guru TK Al-Ya’lu mampu membawakan dirinya sebagai tauladan bagi anak. “Juga mampu berperan selayaknya ibu kandung sendiri,” kata Endang kepada Mukti Ali dari eduBENCHMARK

Discussion

2 comments for “Al Ya’lu, S2-kan Gurunya ke Jepang”

  1. [...] sebagai berikut, “untuk menciptakan manusia cerdas dibutuhkan asupan gizi yang cukup”. (BBT, 2008) Sebuah Sekolah unggul memiliki fasilitas pembelajaran yang memadai, serta memiliki metode yang [...]

    Posted by GLobber’s™ | Sekolah Unggul, adalah Sekolah Mahal | May 27, 2008, 11:55 am
  2. Kalau gurunya mampu menembus jenjang pendidikan di Jepang itu merupakan terobosan yang sangat bagus bagi dunia pendidikan Indonesia pada umumnya dan AL-YA’LU sendiri khususnya. karna untuk menempuh pendidikan di luar negeri itu harus melalui banyak seleksi. dan di Indonesia mungkin hanya beberapa orang saja yang diterima. Good luck AL-YA’LU.

    Posted by sinta | September 6, 2008, 12:59 am

Post a comment